Tafsir QS. Az-Zumar ayat 53-54 Ibnu Katsir (1)
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى
أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى
رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا
تُنْصَرُونَ (54)
Katakanlah, Hai hamba-hamba-Ku
yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah
kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab
kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Ayat-ayat ini merupakan seruan
kepada segenap para pendurhaka dari kalangan orang-orang kafir dan lain-lainnya
agar bertobat dan kembali kepada-Nya. Juga sebagai pemberitahuan bahwa Allah SWT.
mengampuni semua dosa bagi orang yang mau bertobat kepada-Nya dan meninggalkan
perbuatan-perbuatan dosanya, betapapun banyaknya dosa yang telah dilakukannya
dan sekalipun banyaknya seperti buih laut. Tidak benar menakwilkan ayat ini
untuk pengertian selain tobat, karena dosa syirik tidak mendapatkan ampunan
selama pelakunya tidak bertobat dari kemusyrikannya.
قَالَ الْبُخَارِيُّ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ
بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ؛ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ
أَخْبَرَهُمْ: قَالَ يَعْلَى: إِنَّ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ أَخْبَرَهُ عَنِ ابْنِ
عَبَّاسٍ [رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا] ؛ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ
كَانُوا قَدْ قَتَلُوا فَأَكْثَرُوا، وَزَنَوْا فَأَكْثَرُوا. فَأَتَوْا
مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: إِنَّ الَّذِي تَقُولُ
وَتَدْعُو إِلَيْهِ لَحَسَنٌ لَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةٌ.
فَنَزَلَ: وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ
النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ
[الْفُرْقَانِ:68] ، وَنَزَلَ [قَوْلُهُ]: قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ
أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
Imam Bukhari mengatakan, telah
menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami
Hisyam ibnu Yusuf, bahwa Ibnu Juraij pernah menceritakan kepada mereka bahwa
Ya'la pernah mengatakan, Sesungguhnya Sa'id ibnu Jubair pernah bercerita
kepadanya dari Ibnu Abbas r.a., bahwa pernah ada segolongan orang dari kalangan
kaum musyrik yang banyak membunuh dan banyak berbuat zina, lalu mereka
mendatangi Nabi SAW. dan berkata, 'Sesungguhnya yang engkau katakan (maksudnya
Al-Qur'an) dan yang engkau serukan itu benar-benar baik, sekiranya engkau
menceritakan kepada kami bahwa apa yang telah kami perbuat ada kifaratnya
(penghapus dosanya). Maka turunlah firman-Nya: Dan orang-orang yang tidak
menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan
Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak
berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)
dosa (nya). (Al-Furqan: 68) Lalu turun pula firman-Nya: Katakanlah, Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. (Az-Zumar: 53)
Hal yang sama telah diriwayatkan
oleh Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Nasai melalui hadis Ibnu Juraij, dari
Ya'la ibnu Muslim Al-Makki, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a.
Makna yang dimaksud oleh ayat
pertama dijelaskan oleh firman-Nya:
إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
kecuali orang-orang yang
bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh. (Al-Furqan: 70), hingga
akhir ayat.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَسَنٌ،
حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو قَبِيلٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا
عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُرِّيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ ثَوْبَانَ -مَوْلَى رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا أُحِبُّ أَنَّ لِيَ الدُّنْيَا
وَمَا فِيهَا بِهَذِهِ الْآيَةِ: يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى
أَنْفُسِهِمْ إِلَى آخَرِ الْآيَةِ، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَمَنْ
أَشْرَكَ؟ فَسَكَتَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ: أَلَا
وَمَنْ أَشْرَكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.
Imam Ahmad mengatakan, telah
menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah,
telah menceritakan kepada kami Abu Qabil yang mengatakan bahwa ia pernah
mendengar Abu Abdur Rahman Al-Muzani mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sauban
maula Rasulullah SAW. mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW.
bersabda: Aku tidak suka bila diberikan kepadaku dunia dan seisinya sebagai
ganti dari ayat ini, yaitu: Katakanlah, 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui
batas terhadap diri mereka sendiri, 'hingga akhir ayat. Lalu ada seorang
lelaki bertanya, Wahai Rasulullah, lalu bagaimanakah dengan orang yang musyrik?
Rasulullah SAW. diam, lalu bersabda, Ingatlah, dan juga terhadap orang yang
musyrik, sebanyak tiga kali.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam
Ahmad secara munfarid (tunggal).
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا
سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ قَيْسٍ، عَنْ أَشْعَثَ
بْنِ جَابِرٍ الْحُدَّانِيِّ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسة قَالَ:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، شَيْخٌ كَبِيرٌ
يُدَعِّمُ عَلَى عَصًا لَهُ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي غَدَرَاتٍ
وَفَجَرَاتٍ، فَهَلْ يُغْفَرُ لِي؟ فَقَالَ: أَلَسْتَ تَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ؟ قَالَ: بَلَى، وَأَشْهَدُ
أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ. فَقَالَ: قَدْ غُفِرَ لك غدراتك وفجراتك.
Imam Ahmad mengatakan, telah
menceritakan kepada kami Syuraih ibnun Nu'man, telah menceritakan kepada kami
Nuh ibnu Qais, dari Asy'as ibnu Jabir Al-Haddani, dari Mak-hul, dari Amr ibnu
Anbasah r.a. yang telah menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki tua datang
menghadap kepada Nabi SAW. dengan bertelekan pada tongkatnya, lalu lelaki itu
bertanya, Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah melakukan banyak perbuatan
khianat dan durhaka, maka apakah diriku ini masih dapat diampuni? Nabi SAW.
balik bertanya, Bukankah engkau telah bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib
disembah melainkan Allah? Lelaki itu menjawab, Benar, dan aku bersaksi pula
bahwa engkau adalah utusan Allah. Maka Rasulullah SAW. bersabda: Semua
perbuatan khianat dan durhakamu telah diampuni.
Hadis diriwayatkan oleh Imam
Ahmad secara tunggal.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ
بْنُ هَارُونَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ شَهْرِ
بْنِ حَوْشَبٍ ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ: إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ
[هُودٍ:46] وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: يَا
عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ
اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا وَلَا يُبَالِي إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Imam Ahmad mengatakan pula, telah
menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami
Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid
radiyallahu anha mengatakan bahwa aku pernah mendengar Rasulullah SAW.
membaca firman-Nya: Sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak
baik. (Hud: 46). Dan aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: Katakanlah,
Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. (Az-Zumar: 53) tanpa peduli betapa pun banyaknya. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar: 53)
Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi
meriwayatkan hadis ini melalui Sabit dengan sanad yang sama.
Semua hadis di atas menunjukkan
bahwa makna yang dimaksud ialah bahwa Allah mengampuni semua dosa tersebut bila
disertai dengan tobat. Dan seorang hamba tidak boleh berputus asa dari rahmat
Allah, bagaimanapun besarnya dosa-dosanya, karena sesungguhnya pintu rahmat
dan pintu tobat itu luas. Allah SWT. telah berfirman:
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ
التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ
Tidakkah mereka mengetahui
bahwa Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya. (At-Taubah: 104)
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ
ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Dan barang siapa yang
mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada
Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa:
110)
Dan Allah SWT. berfirman
berkenaan dengan orang-orang munafik:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ
مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا إِلا الَّذِينَ تَابُوا
Sesungguhnya orang-orang
munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.
Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.
Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan. (An-Nisa: 145-146)
Dan firman Allah SWT.:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ
ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا
عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya kafirlah
orang-orang yang mengatakan, Bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal
sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang
Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al-Maidah:
73)
Kemudian Allah SWT. berfirman:
أَفَلا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ
وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Maka mengapa mereka tidak
bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (Al-Maidah: 74)
Dan Allah SWT. berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا
الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا
Sesungguhnya orang-orang yang
mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan
kemudian mereka tidak bertobat. (Al-Buruj: 10)
Al-Hasan Al-Basri rahimahullah
telah mengatakan bahwa perhatikanlah kemuliaan dan kedermawanan ini, mereka
telah membunuh kekasih-kekasih-Nya, tetapi Dia menyeru mereka untuk bertobat
dan memohon ampun kepada-Nya; ayat-ayat yang semakna cukup banyak.
Bersambung (2-Habis)

Tidak ada komentar: